Chika, Siswi yang Mempunyai Segudang Prestasi

 


 Di lorong sekolah SMPIT Insan kamil Sidoarjo, ia berjalan membawa sebuah kertas menuju ruang studio. Ia bertanya kepada seorang guru,”Ustad, apa studio akan dipakai hari ini?” Sang guru pun menjawab,”Tidak mbak, mau dipakai untuk apa?” kemudian, anak perempuan itu menjawab,”Saya mau rekaman video untuk mengikuti lomba.” “Oiya kalau begitu, silakan dipakai saja studionya,” respon sang guru.

            Tanpa pikir panjang, anak perempuan tersebut segera memakai ruangan studio. Ia bergaya dan berbicara di depan kamera begitu fasihnya. Parcaya dirinya sudah terasah dan begitu mumpuni. Mamang, bakatnya terletak di situ. Yah, anak perempuan itu bernama Chika Alifia Wijaya  atau akrab disapa Chika. Meski masih berumur 15 tahun, ia serba bisa dan memiliki segudang prestasi.

Selain berprestasi di sekolah, Chika juga berprestasi di luar sekolah. Tak ayal, ia menjadi sebuah icon yang banyak memberikan nama harum sekolah. Di antara prestasi yang pernah ia raih yaitu: Juara 2 English Speaking Competition Cabang Recount Text tahun 2021 se-Kabupaten Sidoarjo. Juara 3 Speech Contest yang diadakan oleh SMP Islam Al Azhar 19 Jakarta Timur tingkat Nasional. Juara 1 Poetry Competition yang diadakan oleh Universitas PGRI Adibuana Surabaya Kampus Blitar tingkat Nasional.  Juara 3 News Anchor Competition yang diadakan oleh Teuku Nyak Arif Fatih Bilingual School Banda Aceh tingkat Nasional. Juara 2 Speech Competition yang diadakan oleh SMAIT Al – Irsyad Purwokerto se – Pulau Jawa. Juara 3 lomba LT II (Pramuka Tim) Regu Penggalang se-Kabupaten Sidoarjo.  Top 4 Speech Competition yang diadakan oleh Blitar English Village. Penulis terpilih dalam Lomba Cipta Puisi Tingkat Nasional dengan tema Bebas yang diselenggarakan oleh Penerbit Jendela Sastra Indonesia periode September 2021. Bulan ini pun ia memperoleh juara 1 Speech Competition yang diadakan oleh SMK 10 Nopember, Sidoarjo dan mendapatkan medali perunggu dalam Olimpiade Bahasa Inggris yang diadakan oleh Insight Sinta Olimpiade Indonesia.

Tidak hanya sampai di situ, ia juga pernah juara 3 pertandingan Video Pendek Tazkirah tingkat Internasional yang diselenggarakan oleh IKRAM Musleh Malaysia. Waktu itu yang mengikuti dari kontingen Malaysia, Brunei, Thailand, Kamboja, dan Singapura.

Namun, dari sekian banyak lomba yang diikuti, menurutnya yang paling berkesan adalah lomba pramuka Latihan Tingkat (LT) II dan News Anchor Competition. Lomba tersebut dilaksanakan bersamaan, Chika juga bercerita “Saat LT II, saya memaksimalkan untuk latihan bersama teman-teman. Saya kebagian PJ PUPP, menaksir lebar, dan pidato. Membuat pidatonya saja sudah stress, apalagi harus mempelajari materi – materi PUPP.

Kelas 9 di SMPIT Insan Kamil wajib menulis KTI untuk kelulusan. Ia juga harus memikirkan tugas tersebut. “Sebenarnya saya sudah terbiasa ketika ada banyak hal yang harus dikerjakan dan mepet deadline, justru itu yang membuat saya menjadi semangat dan excited,” ungkap Chika.

Anak pertama dari pasangan Marsidianto dengan Dahlia Sari juga mengungkapkan bahwa ketika juara LT II rasanya benar-benar senang dan sangat bersyukur. Senangnya tidak hilang-hilang,”tandas Chika. Menurutnya jika berjuang sendiri dengan bersama-sama itu rasanya berbeda, ketika berhasil bersama juga rasanya berbeda. Lebih bahagia bersama teman daripada lomba individu.

Dari semua pencapaian yang sementara ini diraih, Chika menyadari bahwa itu semua tidak lepas dari campur tangan Allah SWT, karena itu rasa syukur senantiasa diucapkan kepadaNYA atas segala pencapaiannya. “Saya selalu berusaha untuk disiplin, rajin, dan konsisten. Ada dorongan dari orang tua, saya didorong untuk rajin belajar, selalu mengerjakan tugas yang diberikan sekolah, dan harus konsisten, sehingga usaha (selalu giat belajar, tidak menyiayiakan waktu, dan mengerjakan tugas) tidak akan mengkhianati hasil,” ujar Chika saat dihubungi.

Selain sibuk dengan kegiatan sekolah (akademik), perempuan yang dekat dengan ibunya itu juga senang mengikuti organisasi. Ia bercerita bahwa saat SD pernah ikut ISP 1 tahun. Setelah itu, dari kelas 4 – 6 ikut organisasi perpustakaan dan pernah menjadi duta perpustakaan. Saat ini, ia mengikuti organisasi ISP dan PRAGA (Pramuka Garuda) atau Dewan Galang di SMPIT Insan Kamil. Ia belum bisa mengikuti OSIS, karena waktu itu ketika pemilihan tidak ditunjuk. Sehingga, sampai saat ditemui ia belum pernah mengikuti OSIS. Di SMA nanti, ia ingin mengikuti organisasi tersebut untuk mengembangkan pengetahuannya di bidang keorganisasian, serta ingin menambah kegiatan yang bermanfaat untuk dirinya.

Rencana Chika ingin mendaftar ke SMAN 1 Sidoarjo memakai jalur prestasi dan tahfidz. Sebenarnya ia juga ingin ke sekolah yang yang mempunyai sistem boarding school, tetapi adiknya sudah  sekolah di sana. Ia juga tidak mungkin meninggalkan ibu yang saat ini masih sakit di rumah. Jadi, ia mengalah untuk melanjutkan sekolah ke SMA di Sidoarjo.

Anak perempuan yang mempunyai hobi membaca itu pun berpesan untuk teman-teman untuk menemukan bakatnya sedini mungkin. Setelah itu mencoba kembangkan dan mengikuti kompetisi. Jika memang tidak tahu bakatnya apa, coba ikut olimpiade gratis atau webinar. Setidaknya, ada kegiatan atau kesibukan yang bermanfaat untuk masa depan teman-teman. Sering-seringlah melihat orang-orang yang pencapaiannya di atas teman-teman, sehingga membuat semangat teman-teman terpacu dan membuat kehidupan tidak lagi monoton atau statis. Tetapi, jangan berlebihan, hingga membuat insecure atau depresi, katanya. Semangat meraih mimpi, semuanya!

Komentar